Banjir Rendam 10 RT di Desa Senaken, 667 KK terdampak

Jumat,22 April 2022 02:13WIB

RT 2 senaken

SIMPUL.MEDIA, Paser – Beberapa rumah di Desa Senaken, Kecamatan Tanah Grogot terdendam banjir akibat hujan deras semalaman yang mengguyur selama 7 jam. Mulai tengah malam hingga Jumat (22/4/2022) pagi.

Sepanjang ruas jalan terendam, drainase meluap, dan beberapa gang terendam. Kemudian rumah warga tergenang mulai dari RT 1, RT 6, RT 9 sampai RT 11 dan RT 14. Mengakibatkan 10 dari Total 15 RT di Desa Senaken terendam banjir, 667 KK, dengan jumlah 2.428 penduduk.

Menurut warga RT 2, Basrul (64), mengatakan, banjir telah terjadi sejak pukul 22.00 WITA hingga pukul 05.00 WITA, sehingga air mulai naik dan membanjiri rumahnya pada pukul 03.00 WITA dini hari.

“Air mulai naik membanjiri rumah saya mulai jam tiga malam, karena hujan deras semalaman,” ucap Basrul saat dijumpai di lokasinya RT 2 yang terdampak banjir.

Menurutnya banjir tidak pernah separah ini, bisa terjadi hingga menyosor sampai kerumahnya, dengan tinggi air sampai setinggi lutut orang dewasa.

“Memang kalau hujan semalaman biasanya banjir, tapi kali ini cukup parah sampai ke rumah saya, dan rumah di dalam sana airnya sampai setinggi lutut,” jelasnya.

Daftar 10 RT terdampak banjir di Desa Senaken

Dengan begitu ia berharap pemerintah setempat turut bertindak untuk mengatasi banjir ini, dengan memperbaiki saluran air hingga menambah drainase untuk menampung air agar tidak terjadi banjir.

Menurutnya penataan drainase masih kurang, dipinggiran ruas jalan senaken tidak merata bangunan drainase untuk tampungan air, dengan begitu masih bisa menambah drainase bisa membantu menampung agar tidak terjadi genangan air.

“Kalau bisa drainase dipinggiran jalan ini merata dibuat, itu sebagian jalan ada yang tidak dibuat drainase,” sambungnya.

Ditemui terpisah, Kepala Desa Senaken, Bambang Supriyadi, mengatakan, terjadinya banjir yang menimpa Desanya kali ini memang cukup parah, 10 dari 15 RT terdampak, sehingga upaya yang bisa dilakukan menambah drainase yang masih kurang hingga mengurangi tumpukan sampah pada drainase.

“Kali ini memang banjir cukup parah, jadi harus menambah drainase yang memang masih kurang menampung volume air, dan tumpukan sampah juga faktor dari banjir ini,” tuturnya.

Ia menghimbau kepada masyarakat terdampak agar bisa bersabar, pemerintah desa akan segera mengupayakan untuk menambah drainase untuk saluran air pembuangan ke sungai.

“Masyarakat harap bersabar, karena drainase yang ada belum mampu menampung volume air, maka kami upayakan akan segera membuat drainase tambahan,” tandas Bambang. (ul)

BERITA TERKINI

REKOMENDASI