Bupati Paser Ingatkan RSUD Panglima Sebaya Soal Kualitas Pelayanan Kesehatan

Selasa,13 September 2022 11:47WIB

Bupati Paser, Fahmi Fadli
Bupati Paser, Fahmi Fadli

SIMPUL.MEDIA, Paser – Bupati Paser, Fahmi Fadli, ingatkan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panglima Sebaya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Hal itu disampaikan pasca dilakukan penilaian klasifikasi Rumah Sakit.

Fahmi berpesan agar RSUD Panglima Sebaya tidak pandang bulu dalam memberikan pelayanan dan tetap mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) tanpa mengabaikan sisi humanis setelah berstatus paripurna yang ditingkatkan menjadi Rumah Sakit Kelas B.

“Dalam memberikan pelayanan tidak memandang siapapun orangnya, baik dari masyarakat kelas atas, menengah maupun saudara kita yang kurang mampu,” jelasnya.

Apalagi, kata Fahmi dengan adanya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) saat ini, tanggungjawab pelayanan rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat semakin dibutuhkan.

“Masyarakat kita saat ini sudah sangat pandai, kritis dan mengerti hukum. Jadi, kalau SOP dilaksanakan dengan baik, pihak rumah sakit akan terhindar dari kesulitan dan masalah serta tidak mengabaikan sisi humanis,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, beberapa waktu lalu terdapat pasien dari Desa Pulau Rantau yang tidak memiliki identitas namun harus segera mendapat pelayanan. Berkat komunikasi yang cepat, masyarakat tersebut dapat ditangani dan dirujuk.

“Saya mengapresiasi dan berterimakasih atas respon cepat yang dilakukan itu. Ini menjadi salah satu bukti, bahwa kita hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan,” pujinya.

Disisi lain, Fahmi juga mengharapkan agar tenaga medis terus meningkatkan kemampuan yang dimiliki dengan terus belajar. Karena menurutnya, perkembangan ilmu kesehatan saat ini berjalan dengan cepat dan pesat.

Belum lagi berbagai aspek pendukung lainnya terhadap pelayanan kesehatan ang mesti diperhatikan, seperti kebersihan, kenyamanan, kecepatan dalam bertindak serta keramah-tamahan tim medisnya.

“Percuma ada rumah sakit dengan status Kelas B, memiliki bangunan, Sarpras yang bagus dan dilengkapi dengan fasilitas canggih, tapi tim medisnya tidak mampu memberikan layanan kesehatan secara profesional dan cepat,” tegasnya. (tb)

BERITA TERKINI

REKOMENDASI