Bupati Paser Inginkan Perubahan, Jabatan Direktur Perumda Prima Jaya Taka Segera Diseleksi

Kamis,14 Juli 2022 11:48WIB

Bupati Paser, Fahmi Fadli
Bupati Paser, Fahmi Fadli

SIMPUL.MEDIA, Paser – Bupati Paser, Fahmi Fadli memastikan, akan segera membuka seleksi calon Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Prima Jaya Taka, jelang berakhirnya masa jabatan pimpinan tertinggi di salah satu BUMD milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser itu.

Pertimbangan membuka seleksi tanpa memperpanjang masa jabatan yang kini masih diduduki Saiful Bahri sejak 2018 lalu itu, pun guna memberikan perubahan yang lebih baik dalam mengembangkan perusahaan plat merah tersebut.

“Seleksi. Ya ini lagi dipersiapkan, tahapannya kan ada prosesnya. Kita kan mau perubahan,” tegas Fahmi, saat ditemui di Pendopo Bupati Paser, Rabu (13/7/2022).

Terangnya keputusan yang diambil untuk membuka proses seleksi oleh Bupati Paser sebagai Kuasa Pemilik Modal (KPM), memastikan kedudukan Saiful Bahri sebagai direktur setelah 4 tahun menjabat segera berakhir.

Pasalnya, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Paser nomor 5 tahun 2020 tentang Perusahaan Umum Daerah Prima Jaya Taka, usia Saiful Bahri saat ini melampaui syarat yang sudah ditentukan.

Menanggapi hal itu, Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Prima Jaya Taka, Kasrani, sebelumnya menyebut secara pribadi capaian kinerja direksi cukup baik dan perlu diapresiasi. Kendati telah memberikan rekomendasi, ia menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Bupati Paser.

“Sebagai dewas, saya menyerahkan sepenuhnya kepada Bupati selaku KPM Perumda Prima Jaya Taka,” ucap Kasrani.

Untuk diketahui, Saiful Bahri diangkat sebagai direktur pada 20 September 2018 lalu, sesuai Keputusan Bupati Paser Nomor: 539/KEP-588/2018, yang kala itu ditandatangani Bupati Paser, Yusriansyah Syarkawi.
Sebelumnya, Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Paser, Hendrawan Putra, mengingatkan agar Pemkab Paser bersikap untuk mengambil langkah jelang berakhirnya masa jabatan direktur dengan menggelar proses seleksi.

“Segera disiapkan prosesnya itu. Nanti Dewan juga bagian dari fit and Proper Test. Cuma nanti, belum dibahas. Karena kita belum terima ini sampai kapan secara persis berakhir masa jabatannya,” kata politisi Partai Demokrat itu. (ng)

BERITA TERKINI

REKOMENDASI