Dandim Paser Dikukuhkan Sebagai Bapak Asuh Anak Stunting

Senin,31 Oktober 2022 08:45WIB

Pgs Dandim 0904/Paser, Letkol Inf Ary Susetyo dikukuhkan BAAS di Kabupaten Paser.
Pgs Dandim 0904/Paser, Letkol Inf Ary Susetyo dikukuhkan BAAS di Kabupaten Paser.

SIMPUL.MEDIA, Paser – Pgs Dandim 0904/Paser, Letkol Inf Ary Susetyo dikukuhkan sebagai Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) di Kabupaten Paser oleh Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kaltim-Kaltara, Sunarto.

Usai dikukuhkan, Ary Susetyo mengatakan bahwa program itu tindak lanjut dengan telah dikukuhkannya Kepala Staf TNI AD, Jenderal Dudung Abdurachman sebagai BAAS Nasional, hingga berlanjut turun ke bawah sampai jajaran Kodim.

“Ini salah satu program dari KASAD bahwasanya kita harus membantu pemerintah daerah untuk mengurangi angka stunting,” kata Ary Susetyo, di Aula Kodim 0904/Paser, Senin (31/10/2022).

Adapun program terdekat usai dikukuhkan sebagai BAAS di Kabupaten Paser, ia akan melibatkan bantuan personelnya hingga jajaran Babinsa. “Kami akan asuh anak stunting dengan melibatkan Babinsa yang ada di wilayah. Intinya kita berikan bantuan untuk meringankan kehidupan sehari-hari,” bebernya.

Ditambahkannya, TNI Angkatan Darat juga akan menyediakan fasilitas kesehatan sebagai upaya percepatan penurunan angka stunting. “Bahkan TNI AD akan menerapkan (bantuan) seluruh perangkat desa untuk mendata dan memberikan bantuan kepada mereka hngga pelosok,” dia memungkasi.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser terus melakukan upaya percepatan dalam penurunan angka stunting. Diantaranya dengan melibatkan stakeholder dan semua element masyarakat.

“Dengan konsep bapak asuh ini harapan kami dapat membantu asupan gizi, sehingga membantu penurunan angka stunting,” tutur Sunarto.

Adapun bantuan yang diberikan berupa paket makanan bergizi. Jika diuangkan senilai Rp400 ribu per bulan dan diberikan selama 6 kali. Ia berharap memberikan dampak akan penurunan angka stunting di Kabupaten Paser.

“Pemberian ini bukan dalam bentuk uang kes, tapi bahan baku makanan bergizi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Paser, Amir Faisol menuturkan pemerintah telah menetapkan stunting sebagai prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024 dengan target penurunan menjadi 14 persen pada 2024.

Untuk jumlah anak stunting di Kabupaten Paser sebanyak 2.145 orang yang tersebar di seluruh kecamatan. “Untuk persentase stunting kita sekarang 23,6 persen. Target pada 2024 turun menjadi 14 persen,” pungkas Amir Faisol. (ir)

BERITA TERKINI

REKOMENDASI