Sederet Harapan Desa Sungai Tuak Sikapi Pembangunan Wisata Terpadu

Kamis,12 Mei 2022 08:08WIB

Lokasi Wisata Terpadu

SIMPUL.MEDIA, Paser – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser dalam pembangunan wisata terpadu di Desa Sungai Tuak, Kecamatan Tanah Grogot dipastikan akan dimulai pada Juli 2022 mendatang.

Pembangunan itu rencananya akan disiapkan 60 lapak untuk pelaku UMKM. Selain itu disediakan tempat olahraga hingga fasilitas pentas seni dihamparan tanah seluas 2,3 hektare, yang nantinya jadi salah satu penambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor wisata.

Kendati begitu, Kepala Desa Sungai Tuak, Muhammad Anshar menginginkan, agar kehadiran wisata terpadu turut melibatkan warga setempat. Hal ini diharapkan, sebagai wujud perhatian Pemkab Paser terhadap kesejahteraan dan potensi yang dimiliki warga.

“Saya harap warga saya tidak dilupakan, juga harus mendapatkan bagian, setidaknya sebagian dari 60 lapak yang dibangun itu,” tutur Ansar kepada simpul.media, saat ditemui dikantornya, Kamis (12/5/2022).

πΎπ‘’π‘π‘Žπ‘™π‘Ž π·π‘’π‘ π‘Ž π‘†π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘– π‘‡π‘’π‘Žπ‘˜, π‘€π‘’β„Žπ‘Žπ‘šπ‘šπ‘Žπ‘‘ π΄π‘›π‘ β„Žπ‘Žπ‘Ÿ

Hingga kini, pembangunan wisata terpadu masih ditahap pembersihan lahan. Disisi lain, jalan akses menuju wisata terpadu jadi kekhawatiran warga. Lantaran dengan adanya wisata itu, diprediksi berdampak pada pelebaran jalan yang diduga akan memakan lahan rumah warga.

Menyikapi hal itu, Anshar menyatakan akan menginformasikan kepada warga setempat untuk dicarikan solusi terhadap dampak pembangunan jalan, jika dikemudian hari kekhawatiran itu benar terjadi.

“Apabila ada rumah yang terdampak, saya cukup simple, sepanjang ada kerjasama antar pemerintah derah dengan pemerintah desa, kami akan siap bantu, warga terdampak akan kami panggil bahwa seperti ini keinginannya pemerintah daerah,” tandasnya.

Mengenai status tanah, lanjut ia, semua warga yang berada dilingkungan wisata terpadu sudah dengan status hak milik berupa sertifikat tanah. Sehingga apabila ada rumah warga yang terdampak, maka harus ada ganti rugi.

“Tanah mereka itu sudah dengan status hak milik, sudah bersertifikat. Apabila memang ada rumah yang terdampak otomatis akan ada ganti rugi,” lanjutnya.

Selain prioritas kesejahteraan warga, Ansar turut menambahkan agar jembatan penghubung menuju Desa Sungai Tuak juga perlu diperhatikan. Meski begitu, ia turut memastikan bahwa Pemkab Paser telah menganggarkan Rp. 9 miliar untuk perawatan jembatan.

“Alhamdulillah ditahun ini kita mendapatkan anggaran Rp. 9 miliar untuk perawatan jembatan, terutama bangunan yang mulai turun itu akan direnovasi, juga pengencangan baut-baut jembatan,” jelasnya.

Selain itu, terdapat permintaan dari Pemuda Karang Taruna dan Tokoh Masyarakat setempat, agar kebersihan kawasan wisata terpadu nantinya menjadi ranah Pemerintah Desa seketika wisata terpadu itu terealisasi.

“Dari permintaan yang sudah kami sepakati, kebersihan jangan dihandle oleh kabupaten tapi lihat juga di Desa,” pungkasnya. (ul)

BERITA TERKINI

REKOMENDASI