Dibalik Meriahnya Pementasan GSMS, Seniman Beri Catatan untuk Pemkab Paser

Rabu,12 Oktober 2022 11:19WIB

Puncak Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) yang dihelat di Gedung Awa Mangkuruku berlangsung meriah (Foto: SIMPUL MEDIA)
Puncak Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) yang dihelat di Gedung Awa Mangkuruku berlangsung meriah (Foto: SIMPUL MEDIA)

SIMPUL.MEDIA, Paser – Puncak Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) yang dihelat di Gedung Awa Mangkuruku berlangsung meriah. Mulai pameran lukisan hingga pementasan seni disajikan.

π‘ƒπ‘Žπ‘šπ‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘› π‘˜π‘Žπ‘Ÿπ‘¦π‘Ž π‘™π‘’π‘˜π‘–π‘ π‘Žπ‘› 𝐺𝑆𝑀𝑆 π‘ƒπ‘Žπ‘ π‘’π‘Ÿ 𝑑𝑖 π‘π‘–π‘‘π‘Žπ‘›π‘” 𝑆𝑒𝑛𝑖 π‘…π‘’π‘π‘Ž

Pementasan seni tari, teater dan pemutaran video dengan tema kesenian dan kebudayaan dipertontonkan pelajar dari 13 sekolah yang ada di Kabupaten Paser. Dengan rincian 6 SD serta 7 SMP. Sekedar diketahui program GSMS dimulai sekira 4 bulan terakhir.

Dibalik meriahnya acara puncak tak terlepas banyaknya kendala yang dihadapi para seniman daerah, khususnya terkait fasilitas pendukung dalam mengajar di sekolah.

π‘ƒπ‘’π‘šπ‘’π‘›π‘‘π‘Žπ‘ π‘Žπ‘› 𝑆𝑒𝑛𝑖 π‘œπ‘™π‘Žβ„Ž π‘£π‘œπ‘π‘Žπ‘™ π‘π‘’π‘ π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Ž π‘‘π‘–π‘‘π‘–π‘˜ π‘†π‘’π‘˜π‘œπ‘™π‘Žβ„Ž π·π‘Žπ‘ π‘Žπ‘Ÿ

Diantaranya kurangnya alat musik sehingga kesulitan dalam memberikan materi, begitupun dengan kostum, property yang tidak ditanggung oleh penyelenggara GSMS.

“Akhirnya kami sesama seniman saja yang saling membantu,” kata Ketua Yayasan Sadurengas, Rudi Nuriansyah, Selasa (11/10/2022).

πΉπ‘œπ‘‘π‘œ π‘†π‘’π‘™π‘’π‘Ÿπ‘’β„Ž π‘†π‘’π‘›π‘–π‘šπ‘Žπ‘›, 𝐴𝑠𝑖𝑠𝑑𝑒𝑛 π‘†π‘’π‘›π‘–π‘šπ‘Žπ‘› π‘‘π‘Žπ‘› π‘ƒπ‘’π‘ π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Ž 𝐺𝑆𝑀𝑆 π‘ƒπ‘Žπ‘ π‘’π‘Ÿ π‘‡π‘Žβ„Žπ‘’π‘› 2022

Sejatinya anggaran dari Kemendikbud ristek dan dan Pemkab Paser ada yang dikucurkan. Hanya saja dirinya menekan Pemkab Paser untuk menganggarkan pengadaan fasilitas penunjang pendidikan kesenian dan kebudayaan di sekolah.

Sehingga saat gelaran serupa tak hanya fokus di sekolah daerah perkotaan. “Kami para seniman, sebenarnya tidak lagi menargetkan sekolah-sekolah yang ada di dalam kota. Mungkin kalau targetnya kita memberikan pemanfaatan GSMS untuk sekolah di desa terpencil,” tuturnya.

Dirinya meminta Pemkab Paser kedepan harus lebih serius tentang pengembangan bakat minat dalam tujuan pengembangan karakter anak-anak dalam seni dan budaya.

“Karena Kabupaten Paser untuk di Kaltim saja saya rasa seniman tari dan musik saya rasa Kabupaten Paser tidak ketinggalan dengan daerah lain,” ungkapnya.

GSMS program yang dilaksanakan tiap tahun, baik tingkat provinsi hingga nasional. Dimana seniman tidak hanya memberikan materi tentang bagaimana berkesenian. Namun juga memberikan edukasi dan pengembangan karakter.

“Generasi penerus bangsa ini mempunyai karakter yang lebih kuat, hidup berdampingan dengan budaya dan tidak melupakan budayanya. Mudah-mudahan Pemkab Paser dapat menanggapi terkait kendala GSMS,” tandas Rudi. (ir/Redaksi)

BERITA TERKINI

REKOMENDASI