Harga BBM Naik, Tarif Colt L300 Trayek Paser – PPU Tembus Rp 70 Ribu

Selasa,13 September 2022 09:41WIB

Terminal Kilometer 7 Jalan Kesuma Bangsa Tanah Grogot (Foto; Sahrul/Simpul.Media)
Terminal Kilometer 7 Jalan Kesuma Bangsa Tanah Grogot (Foto; Sahrul/Simpul.Media)

SIMPUL.MEDIA, Paser – Dampak dari naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sejak pekan lalu, sopir Antarkota Dalam Provinsi (AKDP) mini bus Colt L300 terpaksa harus menaikan tarif.

Diketahui sebelumnya ongkos trayek Paser ke Penajam Paser Utara (PPU) hanya Rp 60 ribu tiap penumpang. Namun sejak awal pekan ini mengalami kenaikan menjadi Rp 70 ribu. Hal itu dilakukan karena sopir merasa rugi dengan BBM yang harganya beranjak naik sejak awal September.

“Naiknya Rp 10 ribu per penumpang. Ini sudah dilakukan kesepakatan dengan sesama sopir,” ucap salah seorang sopir, Ali, saat ditemui di Terminal Kilometer 7 Jalan Kesuma Bangsa, Selasa (13/9/2022).

Ali mengatakan belum ada penyesuaian tarif angkot dari pemerintah daerah. Dikatakannya para sopir sepakat manaikan tarif sementara. Dirinya menyebut jika instansi terkait dan telah dilakukan pembahasan mengenai kenaikan biaya transportasi idealnya Rp 80 ribu.

“BBM naik, jadi idealnya Rp 80 ribu. Sekarang saja angkot untuk dalam kota saja naik Rp 5 ribu,” ungkap Ali.

Bahkan jasa ojek dan jasa kurir di Paser turut mengalami peningkatan tarif. Misal untuk di area pusat kota Kecamatan Tanah Grogot naik Rp 5 ribu dari sebelumnya.

“Jasa ojek naik Rp 5 ribu dari Rp 20 ribu menjadi Rp 25 ribu. Jasa kurir dari 10 ribu menjadi Rp 15 ribu,” ucap salah seorang Jasa Kurir, Muhammad Lutfi.

Dikonfirmasi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Paser, Inayatullah mengatakan dalam waktu dekat ini akan melakukan rapat terkait tarif angkot.

“Rencana kami mau rapat pekan ini dengan Organda. Saat ini masih menunggu perhitungan kenaikannnya yg sedang disusun oleh bidang perhubungan darat,” jelas Inayatullah dikonfirmasi via pesan singkat.

Rapat nanti dibeberkannya dengan memperhatikan konsumsi BBM angkutan umum untuk semua trayek dan survei kenaikan harga sparepart kendaraan,” tutup Inayatullah. (ul)

BERITA TERKINI

REKOMENDASI