Izin Beralih, Harga Pasir di Paser Melonjak

Minggu,2 Oktober 2022 02:55WIB

Tempat Pelaku Usaha Galian Material Pasir yang Sementara Ini Tidak Beroperasi (Foto; Sahrul/Simpul Media)
Tempat Pelaku Usaha Galian Material Pasir yang Sementara Ini Tidak Beroperasi (Foto; Sahrul/Simpul Media)

SIMPUL.MEDIA, Paser – Pemerintah telah mengesahkan regulasi baru, mengatur pengelolaan pertambangan mineral dan batu bara (Minerba), tentang pendelegasian perizinan dari pusat ke provinsi, tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 tahun 2022.

Dari pelaku usaha yang telah memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP), karena regulasi baru tersebut, mengharuskan membuat perizinan kembali ditingkat provinsi, pasalnya izin mereka sudah tidak berlaku.

Kebijakan tersebut berdampak terhadap pelaku usaha galian pasir di Kecamatan Pasir Belengkong, Kabupaten Paser. Sejumlah pelaku usaha terpantau telah tutup sementara.

Salah seorang pelaku usaha galian pasir mengatakan untuk sementara ini usaha mereka tidak beroperasi, hal itu dilakukaan sampai proses perizinan yang mereka buat telah selesai.

“Sementara ini tidak beroperasi dulu sampai proses perizinan selesai,” kata seorang pelaku usaha yang enggan dipublikasikan namanya, Minggu (2/10/2022).

Lebih parahnya, hal itu justru mempengaruhi harga pasir yang kini telah melonjak naik hingga dua kali lipat lebih. Apa lagi material pasir merupakan salah satu komoditi utama dalam hal membuat bangunan, justru pelaku proyek pekerja lapangan bisa mengeluhkan hal ini, akibat dari harga pasir yang kini telah melonjak.

Diketahui sebelumnya material pasir dijual seharga Rp 87 ribu perkubik, kini mencapai Rp 200 ribu. Dari pantauan media ini di lapangan terdapat satu pelaku usaha galian pasir yang beroperasi, dan dirinya membenarkan dengan naiknya harga pasir.

“Harga pasir memang naik, sekarang Rp 200 ribu perkubiknya,” ucap seorang penjual pasir lainnya, dikonfirmasi terpisah belum lama ini.

Dirinya belum bisa memastikan sampai kapan kenaikan harga ini terus berlangsung, bahkan tak menutup kemungkinan terus merangkak naik.

“Tidak tau kapan akan turun harganya, kemungkinan bisa naik terus,” tandasnya. (ur)

BERITA TERKINI

REKOMENDASI