Jalur Alternatif Jembatan Putri Paser, Bak Adu Nyali. Pengelola Proyek Tidak Jelas

Senin,1 Agustus 2022 07:06WIB

PicsArt_22-08-01_19-06-36-748

SIMPUL.MEDIA, Paser – Jembatan Putri Paser penghubung Kelurahan Tanah Grogot dan Desa Sungai Tuak, Kecamatan Tanah Grogot, yang berdiri kokoh diatas lebar aliran sungai Kandilo, sejak 5 Juli lalu hingga 5 Desember 2022 mendatang ditutup, akibat mengalami perbaikan.

Perbaikan dilakukan akibat terjadi penurunan sekira 30 sentimeter, pada oprit jembatan atau segmen yang menghubungkan jalan dan jembatan. Dengan adanya perbaikan itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) membuat jalur alternatif di sisi jembatan bagi pengendara roda dua.

Namun, jalur alternatif berbahan kayu itu dikeluhkan warga, lantaran dinilai sangat tidak layak dilewati oleh pengendara, karena ruang lintas yang terlalu sempit serta terjal saat dilalui. Tak hanya itu, kekhawatiran licin saat dilintasi jadi masalah ketika hujan turun.

“Takutnya licin, terpeleset. Apalagi pas turun takut jalannya licin. Modelnya jadi kayak adu nyali disini,” kata Ida (46), warga Kelurahan Tanah Grogot, Minggu (31/07/2022).

Ida mengeluhkan, curamnya jalur alternatif ditambah kondisi pengereman kendaraan yang kurang prima, berpotensi mengalami musibah kala dilintasi. Padatnya kendaraan yang melintas dengan sempitnya lebar jalur, juga salah satu faktor timbulnya senggolan antar pengendara.

“Ada juga yang berani, namun kalau saya memang tidak berani,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua RT 7, Kelurahan Tanah Grogot, Abdul Latif membenarkan adanya laporan masyarakat, atas keluhan terhadap jalur alternatif yang tersedia. Keluhan itu seperti terlalu sempit ketika berselisih, bertemunya pengendara dari dua arah yang berbeda.

“Memang ada laporan dari warga, bahwa jembatan sempit sekali katanya, kalau bisa minta ditambah luasnya,” imbuhnya.

Bahkan dengan kondisi jalur yang dikeluhkan itu, ia mengaku sudah ada musibah yang timbul, salah satunya sudah ada yang jatuh akibat kondisi licin saat hujan malam hari. Ia berharap hal tersebut perlu jadi perhatian OPD terkait.

“Saat itu ada pengendara motor jatuh, pas itu lagi hujan gerimis malam,” bebernya.

Tak hanya itu, ia juga menyayangkan sikap pengelola proyek termasuk OPD terkait yang tidak terlebih dahulu menginformasikan pelaksanaan kegiatan konstruksi tersebut kepada RT setempat. Hal ini juga jadi sebab tidak tahu menindaklanjuti keluhan warga.

“Tidak ada laporan ke kami selaku RT, maupun dinas terkait tidak ada juga. Kami tidak ada menyampaikan karena belum tau pihak yang menjalankan proyek perbaikan jembatan,” tuturnya.

Sebagai informasi, perbaikan jembatan menelan anggaran sebesar Rp 7,8 miliar. Jalur alternatif dari sisi lainnya tengah dibangun. Sementara, hanya ada papan peringatan larangan melintas bagi roda empat dengan tenggat waktu yang ditentukan. (ng-ul).

BERITA TERKINI

REKOMENDASI