Jelang Idul Fitri, Penjual Kue Kering Mulai Menjamur di Pasar Senaken

Kamis,14 April 2022 10:03WIB

PicsArt_22-04-14_01-44-57-824

SIMPUL.MEDIA, Paser – Idul Fitri momentum yang sangat dinanti setelah berpuasa selama sebulan. Sanak keluarga atau kerabat silih berganti datang ke rumah untuk bersilaturahmi. Tak lengkap rasanya, jika tidak menghidangkan makanan atau menu yang identik dengan lebaran. Baik itu opor ayam, ketupat, bakso maupun soto.

Tak lupa juga terdapat kue kering yang biasanya berada di meja ruang tamu disimpan dalam toples. Tentu momentum ini tidak bakal dilewatkan oleh penjual kue musiman, seperti di Pasar Induk Penyembolum Senaken, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser.

Dua pekan menjelang Idul Fitri 1443 H, penjual kue kering mulai menjamur. Ini cukup diminati, pasalnya lebih praktis ketimbang masyarakat membuat sendiri yang memakan waktu tak sebentar. Apalagi ditengah kesibukan sehari-hari.

Salah seorang penjual kue kering di Pasar Induk Penyembolum Senaken, Sapran, mengatakan berbagai macam yang ia jual. Di antaranya kue kering kacang, kue semprit, kue nastar selai dan putri salju.

Sapran mengaku tak menyia-nyiakan peluang meraup keuntungan berlalu begitu saja. Dirinya yakin jualannya bakal habis terjual menjelang lebaran. Pasalnya, kue kering telah menjadi khas dalam setiap lebaran.

“Ada banyak kue kering kami jual. Ya para pembeli bisa memilih sesuai selera yang diinginkan,” kata Sapran, Rabu (13/4/2022).

Beragam jenis camilan lebaran lainnya juga dapat ditemukan di Pasar Senaken. Seperti kacang mete, sstor, belinjo manis, kacang bumbu. Penghasilan dalam sehari mempu meraup hingga ratusan ribu rupiah.

“Biasanya per hari saya dapat Rp 200 ribu hingga 300 ribu,” ungkapnya.

Meski penjual kue kering mulai menjamur, namun pembeli masih sepi atau sekadar hanya melihat atau menanyakan harga. Berkaca pada pengalaman tahun lalu, dituturkan Sapran, jika ramainya sepekan menjelang Idul Fitri.

Setali tiga uang dikatakan penjual kue kering lainnya, Tuti Handayani. Dalam sehari dia menyebut omset yang diperoleh tak menentu. Namun tetap mencapai ratusan ribu rupiah.

“Tak menentu juga, biasanya sampai Rp 500 ribu per hari,” tandas Tuti. (ul)

BERITA TERKINI

REKOMENDASI