Peragakan 35 Adegan dalam Rekonstruksi Pengeroyokan Remaja di Paser

Kamis,8 September 2022 07:38WIB

adegan

SIMPUL.MEDIA, Paser – Sebanyak 35 adegan dalam rekonstruksi pengeroyokan dua remaja di Hutan Kota pada Selasa (23/8/2022) malam lalu.

Pengeroyokan itu menyebabkan satu orang korban bernama Rayhan (16) meregang nyawa. Dalam rekonstruksi itu dihadirkan 9 pelaku dan 1 korban yang selamat.

Dikatakan KBO Satreskrim Polres Paser Iptu Suradin, rekonstruksi dilakukan sebagai upaya Polres Paser untuk memperjelas terkait dengan perkara tersebut.

“Ada permohonan dari pihak jaksa untuk melakukan rekonstruksi, karena dari keterangan pelaku dalam perkara pengeroyokan ini masih belum memiliki kejelasan. Sebab ada beberapa pelaku yang tidak mengakui perbuatannya,” kata Suradin, Rabu (7/9/2022).

Suradin mengungkapkan terjadi perubahan keterangan dari kesembilan pelaku. Dimana semula terdapat dua pelaku yang tidak mengakui peranannya saat pengeroyokan Agustus lalu. Namun dari rekonstruksi yang digelar kedua pelaku ternyata memiliki andil dalam pengeroyokan yang mengakibatkan salah satu korban meninggal.

“Peranan dari sembilan pelaku sudah tergambarkan dari proses rekonstruksi ini. Termasuk peranan kedua pelaku yang semula tidak mengakui keterlibatannya,” ungkap Suradin.

Dari hasil rekonstruksi, korban meninggal setelah dipukul oleh pelaku dengan menggunakan botol minuman keras (Miras) bermerek hingga membuatnya terjatuh.

Pada saat korban teratuh, bagian belakang kepala korban mengenai bagian sudut tempat duduk beton yang berada di TKP.

“Korban meninggal bukan karena dipukul dengan menggunakan botol anggur, tapi setelah korban dipukul. Korban jatuh dan bagian belakang kepala mengenai sudut tempat duduk beton dan beberapa kali korban diinjak dan ditendang oleh pelaku,” tutur dia.

Adanya botol miras bermerek yang digunakan pelaku, ia mengatakan bahwa botol tersebut memang berada di sekitar TKP.

Sebelumnya, kedua korban semula diduga juga menegak minuman keras anggur merah. Namun dalam rekonstruksi tersebut diketahui tidak menegak miras.

“Korban tidak dalam pengaruh alkohol seperti apa yang di informasikan diawal. Kesembilan pelaku juga biasa menegak tuak, namun pada saat peristiwa tersebut pelaku dalam keadaan sadar dan tidak mengkonsumai tuak,” pungkasnya.

Atas tragedi tersebut para pelaku harus mendekam dalam jeruji besi. Dijerat pasal 170 KUHP dan Undang-Undang anak. Hal tersebut dikarenakan terdapat 4 dari 9 pelaku masih dibawah umur. (ir)

BERITA TERKINI

REKOMENDASI