Polisi, Suporter Bola hingga Komunitas di Paser Doa Bersama untuk Korban Kanjuruhan

Sabtu,8 Oktober 2022 07:03WIB

Sebelum nobar laga Timnas Indonesia vs Palestina dalam kualifikasi Piala Asia U17 di Mapolres Paser, gabungan suporter lakukan doa bersama. (Polres Paser for Simpul.Media)
Sebelum nobar laga Timnas Indonesia vs Palestina dalam kualifikasi Piala Asia U17 di Mapolres Paser, gabungan suporter lakukan doa bersama. (Polres Paser for Simpul.Media)

SIMPUL.MEDIA, Paser – Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur pada Sabtu (1/10/2022) lalu menewaskan ratusan Aremania, usai laga Arema melawan Persebaya. Peristiwa malam itu membawa duka bagi semua pihak hingga pelosok negeri.

Berdasarkan data dari sumber terpercaya, total korban peristiwa di Stadion Kanjuruhan mencapai 678 jiwa. Terdiri dari 131 orang meninggal dunia dan 547 orang luka (ringan, sedang hingga berat).

Untuk itu, pada Jumat (7/10/2022) malam Polres Paser menggelar silaturahmi dan doa bersama bersama suporter sepak bola dan komunitas tertib lalu lintaslintas. Kemudian dilanjutkan dengan nobar kualifikasi Piala Asia U17 2023 antara Indonesia Melawan Palestina.

Usai doa bersama, gabungan suporter yang ada di Kabupaten Paser diantaranya Arema Paser, Viking, The Jak dan Bonek Persebaya menyalakan lilin sebagai tanda belasungkawa kepada para korban. Beberapa suporter memakai kaos bertuliskan ‘Sepak bola tak sebanding dengan nyawa’.

π‘€π‘’π‘›π‘¦π‘Žπ‘™π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› 𝑙𝑖𝑙𝑖𝑛 π‘ π‘’π‘π‘Žπ‘”π‘Žπ‘– π‘‘π‘Žπ‘›π‘‘π‘Ž π‘π‘’π‘™π‘Žπ‘ π‘’π‘›π‘”π‘˜π‘Žπ‘€π‘Ž π‘˜π‘’π‘π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘π‘Žπ‘Ÿπ‘Ž π‘˜π‘œπ‘Ÿπ‘π‘Žπ‘› π‘π‘’π‘Ÿπ‘–π‘ π‘‘π‘–π‘€π‘Ž 𝑑𝑖 π‘†π‘‘π‘Žπ‘‘π‘–π‘œπ‘› πΎπ‘Žπ‘›π‘—π‘’π‘Ÿπ‘’β„Žπ‘Žπ‘›. (πΉπ‘œπ‘‘π‘œ: π΄π‘€π‘Žπ‘™)

Wakapolres Paser, Kompol Irawan Setyono mengajak semua suporter untuk bersama-sama berdoa atas musibah yang terjadi di Kanjuruhan Malang. Ia mengatakan akan ada evaluasi kedepannya, khususnya saat pergelaran olahraga di Kabupaten Paser, seperti Pekan Olahraga Pelajar (Popda) XVI yang akan dimulai 22 Oktober mendatang.

“Ada evaluasi kedepan, khususnya venue Popda yang menggunakan ruangan. Di mana toiletnya, bagaimana akses keluar masuk yang mungkin terbatas, ini harus ada persamaan persepsi dan disosialisasikan kepada masyarakat,” tutur mantan Kasatlantas Polresta Balikpapan itu sesaat sebelum nobar di halaman Mapores Paser.

Di tempat yang sama, Pembina Penasehat Arema Paser, Totok Sumardiono berharap tragedi di Stadion Kanjuruhan menjadi yang terakhir terjadi di Indonesia dan umumnya di dunia.

“Kami Arema Paser turut berduka cita yang mendalam terkait peristiwa yang terjadi di Kanjuruhan. Mudah-mudahan ini menjadi tragedi yang bisa petik hikmahnya supaya tidak terulang lagi. Serta semoga di Bumi Daya Taka semua komponen suporter tetap bersatu,” harap Totok.

Dirinya menuturkan jika prestasi tidak hanya yang utama, walaupun sebagai penggelora semangat dalam berolahraga. Namun nyawa tak bisa dibandingkan dengan apapun.

“Tidak ada prestasi olahraga yang mengalahkan harga sebuah nyawa,” pungkasnya yang juga ketua KONI Paser. (ir)

BERITA TERKINI

REKOMENDASI