Kabupaten Paser Berpotensi Banjir Rob

Selasa,31 Mei 2022 10:04WIB

Potensi Banjir Rob

SIMPUL.MEDIA, Paser – Bencana banjir masih menjadi persoalan di daerah Kabupaten Paser. Tingginya curah hujan, meluapnya air drainase, serta dangkalnya sungai. Sehingga air akan tinggi ketika pasang, menjadikan banjir tak bisa dihindarkan jika tidak ada penanganan yang baik.

Bahkan dikhawatirkan terjadi banjir Rob di Kabupaten Paser. Karena ketinggian permukaan air laut lebih tinggi daripada hulunya. Hal ini mengemuka saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di ruang rapat Bappekat, diketahui daerah hilir Sungai Kandilo tepatnya di Muara Pasir telah terjadi pendangkalan.

Dikatakan Pimpinan Rapat, Hendrawan Putra, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bahwa daerah hilir Sungai Kandilo di Desa Muara Pasir kedalamannya hanya 1,5 meter. Sementara idealnya kedalaman 10 meter.

“Pendangkalannya sangat luar biasa. Sangat-sangat berpotensi banjir ROB terjadi,” ucap Ketua Komisi I DPRD Paser ini usai RDP, Senin (30/5/2022).

Selain pendangkalan Sungai Kandilo di daerah hilir, juga dibahas perihal nominal anggaran penanganan yang disediakan senilai Rp 3 miliar. Diyakini tdak cukup untuk mengatasi persoalan banjir di Kabupaten Paser. DPRD pun diminta dapat mengakomodir melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir).

“Mereka (OPD) berharap bisa masuk dan selaras dengan RPJMD Kabupaten Paser,” sambungnya.

Namun sebelum dimasukkan dalam Pokir, DPRD meminta data teknis secara detail, khususnya daerah tangkapan air. Sehingga jika telah didapati kurangnya tangkapan air dapat dicarikan solusi melalui Pokir.

“Bisa kami masukkan dalam Pokir. Selama ini anggota DPRD tidak pernah memperhatikan itu, pemerintah tidak menyerahkan data ke kami. Agar kiranya bisa saling berkoordinasi, mana data catchment area (tangkapan air, Red) dan beberapa hal teknis lainnya,” beber Hendrawan.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Paser, Edwin Santoso, mengatakan perlu adanya solusi konkrit dari pemerintah daerah dan harus segera berkoordinasi antara pemangku kebijakan dalam penangan banjir khususnya di Kecamatan Tanah Grogot.

“kami ingin adanya solusi konkrit dalam penanganan banjir, beberapa titik wilayah setelah kami sidak masih ditemukan drainase yang menuju Sungai Kandilo tidak berfungsi lagi,” tutur Edwin.

Disebutkan adanya beberapa wilayah yang menjadi titik terparah akibat banjir, yakni Jalan Senaken, Cokro Aminoto, dan daerah dekat Masjid Agung Nurul Falah, ia menyatakan drainase yang ada saat ini dinilai kurang efektif dikarenakan jalurnya yang berbelok-belok, tidak langsung ditembuskan menuju sungai.

“Drainase di Desa Senaken saja jalurnya belok sana sini dulu, kalau bisa dibuat langsung menuju ke sungai,” jelasnya.

Disamping itu, perlu penanganan serius dari Pemkab Paser untuk mengatasi persoalan banjir, mengingat juga apabila semakin bertambahnya jumlah penduduk dinilai akan lebih sulit mengatasi hal tersebut.

“Pemkab Paser harus betul-betul serius menangani ini, apalagi penduduk semakin meningkat sehingga padat, dan nantinya akan sulit untuk ditangani,” pungkas Politisi PKB ini. (ul)

BERITA TERKINI

REKOMENDASI