Tingkatkan Kualitas SDM, DEMA STIT Ibnu Rusyd Studi Banding di Dua Kampus

Selasa,28 Juni 2022 02:51WIB

Studi banding copy

SIMPUL.MEDIA, HSU – Guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam hal pengelolaan organisasi, pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ibnu Rusyd Tanah Grogot melakukan studi banding dengan pengurus DEMA Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai (RAKHA) dan Sekolah Tinggi Ilmu Quran (STIQ) RAKHA, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan.

Dalam menjalankan organisasi tentunya banyak dinamika yang dilalui, sehingga guna merawat kelangsungan keaktifan organisasi, dituntut pengurus agar bisa lebih matang dalam penerapan manajemen organisasi.

Ketua DEMA STIT Ibnu Rusyd Tanah Grogot, Yulianti melalui Wakil Ketua, Rusdiawan mengatakan selain untuk memetik pelajaran dari hasil banding yang dilakukan dan kemudian dapat diaplikasikan. Serta dalam rangka mempererat silaturahmi dengan pengurus DEMA yang ada dikampus luar Kabupaten Paser.

“Setidaknya kegiatan ini juga dalam rangka silaturahmi, serta kami juga mendapatkan pelajaran dari apa yang kami diskusikan bersama tadi dengan pengurus DEMA STAI RAKHA dan STIQ RAKHA,” kata Rusdiawan, saat diwawancarai disela kegiatan, Senin (27/6/2022).

Dikatakannya, dari dua kampus yang telah dikunjungi untuk bertukar pikiran, lebih mengarah pada apa yang telah diaplikasikan oleh STAI RAKHA. Dimana dalam hal pengelolaan pendanaan sudah lebih tersetruktur, memiliki 12 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang aktif dibawah naungan DEMA, dan terdapat 3 Himpunan Mahasiswa Perjurusan (HMP) yang telah terbentuk.

“Kami lebih mendapatkan banyak pelajaran yang bisa kami ambil dari Kampus STAI RAKHA, melihat bagaimana mereka mampu menghidupkan 12 UKM,” jelasnya.

Sementara Ketua Dema STAI RAKHA, Muhammad Sam Ani mengatakan dengan melihat kondisi DEMA yang telah tertata, terstruktur dan sistematis, perlu adanya koordinasi yang baik dan teratur antara pengurus DEMA dengan pihak kampus, serta Pengurus UKM dengan DEMA. Serta kendala yang sering terjadi seperti miskomunikasi juga perlu diperhatikan agar tidak sering terjadi.

“Koordinasi yang benar, akan menjadikan organisasi lebih terstruktur, dan juga saya sarankan komunikasi antara sesama pengurus juga perlu dijaga. Sehingga tidak terjadi miskomunikasi yang dapat menghambat berjalannya organisasi,” ucap Sam Ani.

Dalam agenda tersebut, juga hadir Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Amuntai (STIA), Khoirun Nazmi. Dirinya mengatakan sudah seharusnya pengurus eksekutif mahasiswa saling berkoordinasi dengan pengurus eksekutif kampus lainnya untuk saling bertukar pikiran.

“Sehingga dari adanya koordinasi dari apa yang kita dapat di luar bisa kita bawa ke dalam. Hal itu kita perlu diketahui dulu apakah pengurus dapat menerima dari masukan yang kita berikan,” kata Nazmi.

Dari penerapan yang ia lakukan dengan menerapkan bottom up. Yakni dari bawah keatas menampung masukan dari masing-masing pengurus yang kemudian dijadikan program kerja.

“Memang kebanyakan dalam berorganisasi penerapannya menggunakan up down yaitu dari perintah atas kebawah, namun berbeda dari apa yang kami coba terapkan yaitu bottom up, menerima saran dari bawah, sehingga dari saran tersebut kami jadikan program-program kerja kami,” tandasnya.

Sehingga dari perjalanan panjang setelah melakukan studi banding, sedikit besarnya dapat menjawab dari apa yang menjadi kendala dalam pengelolaan organisasi. Diharapkan dapat memetik pelajaran dan memberikan manfaat, sehingga mampu diaplikasikan dalam menjalankan roda organisasi.

Guna menjalin silaturahmi, di tempat yang berbeda STIT Ibnu Rusyd menyambangi Kampus STIQ RAKHA bertemu dengan pengurus DEMA dan Badan Otonomi Mahasiswi (BOM). Tak hanya berdiskusi sesama pengurus, namun juga diajak mengelilingi kampus. (ul)

BERITA TERKINI

REKOMENDASI