Rp 30 Miliar, DAK Fisik Pendidikan 2023 Untuk Paser

Rabu,14 Desember 2022 03:17WIB

Kepala Disdikbud Kabupaten Paser, M. Yunus Syam
Kepala Disdikbud Kabupaten Paser, M. Yunus Syam

SIMPUL.MEDIA, Paser – Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan sarana dan prasarana pendidikan untuk Kabupaten Paser dipastikan bertambah. Tak tanggung-tanggung, penambahan anggaran untuk mewujudkan tugas pemerintahan di bidang tertentu itu kenaikannya mencapai 50 persen.

Jika pada 2022 penerimaannya mencapai Rp 20 miliar. Untuk 2023 mendatang kenaikan mencapai Rp 10 miliar sehingga jumlah keseluruhan mencapai Rp 30 miliar. Kenaikan ini pastinya berdampak pada meningkatnya pembangunan di sektor pendidikan.

Kepastian itu didapatkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Paser, M. Yunus Syam saat berkunjung ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) beberapa waktu lalu.

“Jika tahun ini kita dapat DAK Rp 20 miliar, tahun depan ada tambahan Rp 10 miliar. Jadi total anggaran sebesar Rp 30 miliar,” kata Yunus saat dikonfirmasi, Rabu (14/12/2022).

Dari adanya alokasi itu, Yunus menyebut akan menggunakan anggaran tersebut untuk pembangunan sarana sekolah seperti Unit Kesehatan Sekolah (UKS), Laboratorium dan sarana penunjang lainnya.

Adapun sekolah yang nantinya menerima penhaluran bantuan dari pemerintah pusat itu, disebut pria yang juga menjabat sebagai Ketua PGRI Kabupaten Paser ini, telah ditentukan meski belum ingin ia sebutkan. Namun penentuannya sesuai kebutuhan sekolah.

“Untuk penyaluran bantuan DAK, akan dilihat berdasarkan keperluan sekolah,” kata Yunus.

Selain itu juga melihat pada penyerapan anggaran sebelumnya atau ketuntasan bangunan fisik sekolah. Yunus mengemukakan, kunjungannya beberapa waktu lalu, untuk memastikan percepatan penyaluran dana operasional sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Lanjutnya, dari 167 PAUD di Kabupaten Paser saat ini, baru 67 sekolah yang telah menerima BOS. Diharapkan, dana tersebut segera disalurkan pemerintah guna menunjang operasional sekolah.

“Kunjungan kami ke Kemdikbud juga berkaitan bidang kebudayaan dan ingin tahu apakah bisa dibangun unit sekolah melalui dana Kemendikbud,” pungkasnya. (ng)

BERITA TERKINI

REKOMENDASI